Restoran Ben’s Chili Bowl di Washington DC

Amerika adalah tempat asal makanan cepat saji dan banyak restoran yang menyajikannya telah terkenal dan kaya raya di seluruh dunia. Ben’s Chili Bowl di Washington DC adalah sebuah restoran setempat yang bersejarah. Rumah makan yang menjual hot dog dan hamburger yang dikenal dengan nama Chili itu menjadi kesukaan presiden, bintang film dan penduduk setempat.

Selama hampir enam dasawarsa, rumah makan ini bertahan dari masa-masa sulit, namun kini bisnis keluarga tersebut berkembang pesat. Reporter Mariia Prus dan Kostiantyn Golubchik mengunjungi restoran terkenal itu dan menemukan resep kesuksesannya.

Restoran Ben ‘Chili Bowl mendapat nilai tinggi dari pelanggan tetap, pendatang baru dan banyak wisatawan yang berduyun-duyun ke kota ini. Mereka mengantri panjang sampai ke luar pintu restoran.

“Saya besar di jalan ini. Saya sekolah di dekat sini. Saya telah makan di sini sejak berumur 17 atau 18 tahun. Dan sejak itu saya menjadi pelanggan. Kapan pun saya berada di dekat sini, saya mampir. Saya suka kentang gorengnya, coke. Dan mungkin saya akan makan acar kubis atau coleslaw,” kata seorang warga.

Pada usia 84, Virgina Ali, masih terus mengawasi bisnis ini. Dia dan almarhum suaminya, Ben, membuka tempat ini 59 tahun yang lalu, di sebuah lingkungan warga kulit hitam yang bersejarah. Ketika pemimpin hak asasi manusia, Doktor Martin Luther King Jr. terbunuh pada tahun 1968, kerusuhan melanda daerah tersebut.

“Dan semua kesedihan itu berubah menjadi kemarahan. Jadi anak-anak muda berkumpul dan mulai melempari toko, restoran dan bangunan lain di sekitar sini dengan batu bata dan terjadi kerusuhan, membobol bangunan. Itu sangat sulit. Kami mengalami tiga jam malam. Waktu itu pemuda tidak boleh ke luar rumah dan berada di jalan, kami adalah satu-satunya tempat yang diizinkan untuk tetap buka,” tutur Virgina.

Dan kerusuhan itu menyebabkan puluhan tahun masa sulit untuk bisnis restoran. Pada 1980-an, lingkungan ini terkenal karena penggunaan narkoba dan tingkat kriminalitas yang tinggi.

“Selama 20 tahun daerah ini menjadi tempat yang tidak aman. Tapi kami tetap tinggal di sini. Kami sudah cukup lama berada di sini untuk membangun hubungan dengan masyarakat dan begitu banyak orang muda setempat yang menganggap ini tempat mereka nongkrong. Jadi, banyak warga setempat datang ke sini setiap malam, terutama pria muda yang bekerja di kawasan sini dan duduk di sana dan jika ada orang yang datang dan berperilaku kasar, mereka usir keluar. Dan mereka saya sebut seperti keluarga,” imbuhnya.

Dan kesetiaan itu terbayar … Kawasan ini bangkit pada 1990-an, memberi penghargaan pada Ben’s Chili Bowl dengan keberuntungan dan ketenaran. Seiring dengan pelanggan tetap, datang pula para selebriti.

Barack Obama, mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy bersama istrinya. Dan Chelsea Clinton juga ke sini membeli milkshake. Pelanggannya terus berubah, tetapi resep Ben Chili Bowl tetap sama. Dan restoran itu tetap bisnis keluarga. Sekarang puteri Virginia, Vida yang bertanggung jawab mengelolanya. Awalnya, dia tidak menyadari pentingnya tempat itu.

“Titik balik bagi saya adalah peringatan 50 tahun. Saya membantu acara di luar. Dan saya ingat pernah berbicara dengan beberapa juru kamera dan seorang bertanya: bagaimana punya warisan untuk melanjutkan bisnis yang telah dimulai oleh mertua saya. Dan pada saat itu, saya sadar ada sesuatu yang harus kami lindungi dan tambah. Dan menjadi salah satu anggota keluarga, wajar bila ayah meninggal, saya pulang dan membantu meneruskan warisannya,” ujar Vida.

Selain menjalankan bisnisnya, Vida menjadi tuan rumah acara amal komunitas, ketika ia melihat ke masa depan … membuat rencana untuk perayaan ulang tahun ke 60 tahun yang akan datang tahun depan. [ps/al]

https://www.voaindonesia.com/a/restoran-bens-chili-bowl-di-washington-dc-/3998531.html