China Keberatan dengan Sanksi Baru AS Terkait Korut

China menyatakan keberatan atas sanksi-sanksi baru yang diterapkan AS terhadap sekelompok perusahaan China dan Rusia atas dugaan mendukung program nuklir Korea Utara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan, pada sebuah konferensi pers, sanksi-sanksi itu tidak membantu kerjasama AS-China dalam usaha mengekang aktivitas nuklir Korea Utara.

Ia mengatakan, AS seharusnya segera memperbaiki kekeliruannya itu. Juru bicara itu juga menegaskan kembali seruan China untuk menahan diri dan berdialog untuk menyelesaikan masalah dengan Korea Utara.

Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi-sanksi baru itu, Selasa (22/8). Departemen tersebut mengatakan sanksi-sanksi tersebut melengkapi resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan sebelumnya bulan ini. Resolusi itu mengutuk uji misil balistik Korea Utara dan memberlakukan sejumlah sanksi baru terhadap negara tersebut. China termasuk negara-negara yang secara bulat menyetujui resolusi itu.

Sebuah pernyataan Departemen Keuangan AS mencantumkan 10 perusahaan dan enam individu, termasuk perusahaan-perusahaan batu-bara, baja dan keuangan China , dalam daftar penerima sanksi. Mereka dituduh ikut membantu Korea Utara mengembangkan senjata perusak massal yang bisa mengancam kestabilan wilayah.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan, “Kami mengambil tindakan yang sejalan dengan sanksi-sanksi PBB untuk menunjukkan bahwa ada konsekuensi seandainya mengabaikan sanksi dan memberikan dukungan bagi Korea Utara.” Mnuchin mengatakan, langkah ini juga diambil untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari. [ab/uh]

https://www.voaindonesia.com/a/china-keberatan-dengan-sanksi-baru-as-terkait-korut/3997202.html